Monthly Archives: September 2008

Kredit dan Kredit

Akhir-akhir ini kami dihebohkan dengan perhitungan bunga, hutang, cicilan, dan kreditan. Setiap dari kami mulai mencari informasi untuk membeli asset. Tetapi sepertinya saya yang paling senang mempelajari ini semua. Semua peraturan, perhitungan saya lahap. Menelpun para marketing perbankan menjadi keseharian. Berhitung secara visual menjadi hobi. Membayangkan jumlah yang akan dikeluarkan setiap bulan adalah hiburan di bulan puasa.

Kami berniat membeli aset. Aktiva tetap -dalam istilah akuntansinya- dengan dana yang terbatas. Kami mau punya apartemen -istilah kerennya tetapi sebenarnya rusunami- dan ada juga yang mau membeli mobil. Mungkin karena faktor usia, kami semua mulai berpikir untuk menetap dan membelanjakan uang ke aktiva-aktiva tetap yang memiliki nilai depresiasi.

Mengingat keterbatasan dana yang ada, niat kami adalah mencari kredit. Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) kami pelajari. Setiap perhitungan bunga dan besar cicilan menjadi diskusi menarik tiap malam, saat nongkrong. Pengetatan ikat pinggang, menjadi agenda dalam beberapa tahun belakangan ini. Mencari tambahan penghasilan -ngamen kiri kanan- udah pastilah.

Hari ini, saya nongkrong di lokasi bakal rusunami yang kami beli, nongkrong di customer servicesnya. Dari jam 9 pagi hingga jam 12, mengurus balik nama, dll. Selama beberapa jam nongkrong tersebut, saya mencuri dengar percakapan banyak sekali orang yang datang untuk mengecek KPAnya. Apakah disetujui atau tidak. Dan kebanyakan tidak disetujui. Alasannya tidak satu pun yang bisa diterima diakal. Ada yang gak pernah dihubungi eh tau-tau ditolak. Si Bapak yang ditolak ini marah berat. Dia bilang kenapa bank tersebut tidak memberitahu apa-apa dan sekarang ditolak. Dan bagaimana nasib unit yang dia beli? Jawab mas customer service, ambillah kontan bertahap 1 tahun tanpa bunga sebesar 11 juta setiap bulan, atau kontan bertahap 2 tahun dengan dikenakan bunga dan besarannya sekitar 7, …. Bapak itu bilang, waduh mana sanggup saya membayar segitu. Mas customer diam. Kemudian si Bapak berkata lagi, bagaimana jika di bulan kedua saya bayar 50 juta, kemudian sisanya baru dibagi 11 bulan, jadi kan lebih ringan.

Mas Customer Service bengong…Saya bingung…., “katanya gak punya duit….”. Sementara si Bapak tersenyum sambil memegang name tagnya yang bertuliskan nama sebuah lembaga pemerintah di Jakarta….


Sir Ken Robinson: Do schools kill creativity?


surrender

topik hari ini:

duit duit duit duit duit duit

masalah perasaan…mati

mengenai idealis…. dibunuh saja

punya mimpi? itu bisa kapan-kapan


Singa vs Domba

Dalam sebuah pertemuan, mereka berkata….”sayang sekali kamu itu berjiwa singa. tetapi semua orang memperlakukan kamu seperti domba. yang siap dibawa ketempat pembantaian…! “

apa pilihan saya setelah mendengar itu…?

saya akan menjadi singa yang penuh dengan kepedean. tidak lagi bersembunyi dalam bayang-bayang kebodohan dan kerendahan hati yang ternyata adalah selimut dari kerendahan diri.

bagian dari my next step… (malam ini saya sudah berani menulis email keras kepada donor…!)

selamat yah…..


Silent

ingin diam, merenung saja. Serba salah. Salah tingkah. Tingkah laku jadi gak wajar. Wajar ukuran siapa? Siapa yang bisa mengukur? Mengukur keseharian saja tidak becus. Becus bukan juga ukuran…..

diam sajalah…


Penolakan

Pernah melihat acara Termehek-mehek di Trans TV ? Menilik dari judul, tadinya saya tidak pernah berniat sekali pun melirikan mata melihatnya. Tetapi entah sudah dua minggu ini saya menikmati sekali acara tersebut.

Semalam, acaranya bercerita mengenai pencarian seorang kepala keluarga yang menghilang cukup lama. Kepala keluarga ini menghilang dengan meninggalkan banyak sekali hutang yang harus ditanggung oleh sang istri tercinta dan anak perempuannya yang berusia 16 tahun. Tidak hanya diri yang dibawa pergi, sang ayah membawa pergi juga surat tanah tempat tinggal mereka.

Sang istri tidak kuat menanggung beban tersebut, dia jatuh sakit. Sang anak meminta bantuan kepada pihak Trans TV untuk mencari ayahnya. Dimanakah ayahnya?

Pencarian dilakukan oleh kru Termehek-mehek. Mencari jejak sang ayah yang berinisial BS itu.

Akhirnya jejak sang ayah berhasil ditemukan. Sang Ayah sudah menikah dan beranak pinak lagi dengan seorang perempuan muda yang kaya. Uppsssss jangan dikira ini sinetron. Ini kisah nyata.

Sang anak tidak menerima kenyataan ini, dia marah. Bersama kru termehek-mehek, mereka mendatangi rumah sang ayah dan menemui istri muda tersebut. Istri muda tersebut tidak mengakui keberadaan anak tersebut. Karena sang suami mengatakan bahwa dia duda mati. Tidak punya anak.

Saat itu, sang ayah sedang tidak ada dirumah. Istri muda dengan emosi berkata, “Pak BS tidak mungkin punya anak seperti kamu! Tidak sopan!” Sang anak marah. “Kamu yang tidak punya sopan merebut suami orang”. Istri muda makin panas, “Keluar kalian semua dari sini!” (padahal mereka pun tidak menjejakan kaki diruang tamu melainkan hanya berdiri di teras rumah). “Saya mau ngecek ke suami saya! Keluar kalian!!!” katanya lagi sambil melangkahkan kaki kedalam rumah dan menghubungi suaminya.

Dua jam kemudian sang ayah datang. Sang anak yang sudah rindu sekali dengan ayahnya berlari menyerbu memeluk ayahnya, “Ayah…..!!!!”. Sinetron sekali memang. Tetapi ini sekali lagi tetap kenyataan. Apa yang dilakukan ayahnya…?? “Saya tidak kenal kamu….! Pergi…!” Anak tersebut didorong-dorong keluar pagar. Anak itu terus meronta mengejar ayahnya yang menutup pintu rumah, berteriak “Ayah jangan tutup pintu,…” Pintu terbuka, sang ayah tetap mengusir….mendorong sang anak keluar pagar. Berteriak akan menuntut acara tersebut, berteriak meminta istri mudanya masuk kerumah “Nanti saya jelaskan. Masuk!” Mengacungkan tangan mengusir semua orang keluar dari rumahnya termasuk anaknya…

Saya seperti menonton sinetron di tipi. Mulut saya menganga. Penolakan terjadi. Gadis kecil 16 tahun tertolak ayahnya. Pencarian demi kesembuhan sang ibu nampak sia-sia.

Adik saya berkomentar pahit,…”Seandainya ada dark justice…” (masih ingat film dark justice? Hakim berambut gondrong, naek motor gede membereskan banyak ketidak adilan dimalam hari dengan caranya sendiri?).


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.