Cerita ini tertulis sudah dengan tinta emas di atas kertas warna warni.
Ada sebuah kasih disini, dikeheningan subuh kala adzan siap berkumandang membelah cakrawala.
Tak ada seorang pun dapat menenangkan kegelisahan hati selain sebaris kalimat darimu.
Beratus timeline dalam twitter tertata rapi. Aku berteriak padamu. Aku bertanya pada heningnya pagi dan kesepian diri.
Tak juga terpenuhi ruang hampa dalam diri. Kamu bagai burung yang terbang tanpa mampu kusentuh…
Cahayamu terang menyilaukan mataku. apalah aku ini bagimu, terang.
Sejenak sudah kurasakan hidup wahai cinta. Muncul di permukaan rasa yang terpendam tahunan. Sampai kapan kalimat retoris berseliweran tanpa mampu kuputuskan?
Wahai Adzan, berteriaklah latang membangunkan semua yang terlelap, termasuk ruang kosongku. (190411)