Penyerahan

Aku menyerahkan diri dalam kabut, yang sangat kusadari akan menerkamku bulat-bulat dan membiarkan larut menikmatinya.

Aku memberanikan diri menyapamu cinta meski kusadari tak dapat dirasakan.

Tidakkah kusadari bahwa kasihmu menyakiti? Memporakporandakan bangunan rapi yang tersusun puluhan tahun lamanya.

Aku terjatuh di wilayah yang sama, merasakan hal yang mirip, terluka sudah…

Hentikan sakit ini, berikan sedikit bahagia. Biarkan aku melangkah tanpa tersembunyi. Dimanakah engkau topeng? Jangan tergantikan dengan warna asliku. Biarkan kuteruskan memakainya, juga rompi pelindung luka.

Aku di sini bersama cakrawala membiarkan sakit menikam. Sampai kapan?

 sampai aku berani memutuskan…. (190411)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.